Komdigi peringatkan tautan BSU palsu yang meminta data lewat Telegram
Kementerian Komunikasi dan Digital pada 15 Oktober 2026 memberi peringatan atas unggahan yang mengaku membuka pendaftaran Bantuan Subsidi Upah untuk Oktober–Desember lewat Telegram. Dalam klarifikasi resminya, kementerian menyatakan tautan tersebut bukan kanal resmi Kementerian Ketenagakerjaan dan mengarahkan pengguna untuk memasukkan data pribadi.

Tanggal berita: 2026-10-16
Diperiksa: 2026-10-16T02:44:52.055Z (UTC)
Kementerian Komunikasi dan Digital pada 15 Oktober 2026 memberi peringatan atas unggahan yang mengaku membuka pendaftaran Bantuan Subsidi Upah untuk Oktober–Desember lewat Telegram. Dalam klarifikasi resminya, kementerian menyatakan tautan tersebut bukan kanal resmi Kementerian Ketenagakerjaan dan mengarahkan pengguna untuk memasukkan data pribadi.
Tiga poin utama
- Unggahan mengklaim bantuan Rp300.000 per bulan; angka itu adalah isi klaim palsu, bukan nilai bantuan yang diumumkan pemerintah.
- Komdigi menyebut tautan tidak mengarah ke kanal resmi Kemenaker.
- Pengguna tidak perlu mengikuti tautan tersebut atau menyerahkan data untuk memeriksa kebenaran klaim.

Janji bantuan menjadi pintu permintaan data
Peringatan kementerian menyoroti unggahan Facebook yang membawa pengguna ke pendaftaran melalui nomor Telegram. Komdigi mengategorikannya sebagai penipuan dan modus phishing. Klarifikasi tersebut menempatkan permintaan data pribadi sebagai bagian penting dari peringatan kepada pengguna.
Nilai Rp300.000 dan periode Oktober–Desember tidak boleh dipisahkan dari konteksnya sebagai klaim unggahan. Klarifikasi tautan palsu tersebut bukan pengumuman jadwal pencairan atau pembukaan pendaftaran bantuan.
Periksa kanal instansi tanpa membuka tautan berisiko
Informasi bantuan perlu dibandingkan dengan pengumuman instansi yang berwenang melalui kanal resminya. Permintaan data pribadi atau akses akun pada laman yang mengaku sebagai pendaftaran bantuan perlu diperiksa sebelum ditindaklanjuti.
Tautan penipuan tidak dicantumkan kembali di berita. Foto Jakarta tahun 2013 dipakai sebagai konteks Indonesia, bukan foto pelaku, korban, maupun kegiatan pembagian bantuan.
Sumber
- Kementerian Komdigi — klarifikasi resmi tautan BSU — 15 Oktober 2026
Kredit gambar
Kolase editorial menggabungkan foto asli berlabel dan gambar konseptual. Ini ilustrasi, bukan rekonstruksi foto peristiwa. topic.red; ambabheg / Wikimedia Commons — CC BY 2.0


